Legenda Desa Jambu
Dahulu di sebuah daerah terdapat perkebunan-perkebunan yang dipenuhi dengan pohon-pohon Jambu Batu.Warga selalu memanfaatkan jambu-jambu tersebut sebagai makanan maupun sebagai menopang hidup dengan cara dijual.
Sejak saat itu daerah tersebut dikenal dengan jambu-jambu tersebut, kemudian diberi namalah sebagai “ Desa Jambu “.
Adapun nama jambu Jaya (RW), dikarenakan dalam sejarah terdapat seorang kakek yang memiliki perkebunan yang sangat luas daripada warga lain.Kakek tersebut bernama “ Jaya”, sehingga tersohorlah nama “ Jambu Jaya “(Jambu milik Pak Jaya).
Sedangkan nama “Jambu Tengah”, sejarahnya yaitu hanya daerah tersebut terdapat di Tengah-tengah .

Nuraeni,Euis_sikubalareba@XI-BAHASA

Mitos Desa Jambu
 ( Tidak menerima /menikmati pemberian dari keluarga hajat yang meninggal) .
Di daerah Jambu masih terdapat segelintir orang yang masih enggan memakan pemberian dari hajat orang yang meninggal.Misalnya pada hari ke-7(B.Sunda=Tujuhna),40 hari(B.Sunda=Matang Puluh),dan 1tahun(B.Sunda=Mendak taun).Hal tersebut di awali oleh cerita :
Tedapat satu keluarga yang sangat kaya raya di daerah tersebut,dan suatu ketika kepala kelurga itu meninggal dikarenakan sakit.
Kepala keluarga tersebut memiliki 4 orang anak yangberbeda sifat satu sama lainnya.Ketika kepala keuarga itu meninggal,mereka terbagi dalam dua kubu,yaitu 2anak(baik) yang mengurusi jenazah dari memandikan sampai mengkapani,sedangkan 2anak(buruk) yang lainya malah mempersiapkan kerbau untuk di sembelih dan dimakan bersama pada saat itu juga.Dua anak yang baik menegur dua anak yang buruk dengan menyiramkan air bekas memandikan ayahnya ke daging kerbau yang di sembelihnya.Dua anak anak itu merasa kesal terhadap dua anak yang buruk itu karena mereka hanya memikirkan dirinya sendiri .
Orang-orang yang ada di sekitarnya langsung bubar karena merasa jijik pada daging kerbau yang disirami bekas air memandikan .
Sejak saat itu lah orang-orang tersugesti denhan kejadian tersebut.
Adapun mitos-mitos yang lainnya:
 Jangan Duduk di depan pintu,karena dapat memperhambat mendapatkan Jodoh(B.Sunda=Nontot Jodoh).
 Kebiasaan Hajat Uar,biasanya di lakukan setelah terjadinya Gerhana Bulan dan Gempa Bumi.Prosesinya dengan membawa nasi tumpeng kemudian berdo’a bersama dan dimakan bersama-sama.

Nuraeni,Euis_sikubalareba@XI-BAHASA

Dongeng Desa Jambu

Dahulu kala ada seorang anak yang selalu membangkang pada nasihat-nasihat orang tuanya,dia selalu bermain kesana kemari sesuka hatinya.Hingga suatu Petang ketika dia sedang bermain di tempat yang lumayan sepi dari keramaian,yang mungkin bisa di sebut sebagai Rumpun Bambu,dia bertemu dengan seekor Harimau yang mampu berbicara,anak itu di ajak ke suatu tempat yang orang-orang tak mengetahui tempat tersebut.
Sedangkan kedua orang tua nya dirumah merasa khawatir dan mencari anak tersebut,namun tak kunjung membuahkan hasil yang menyenangkan.
Anak itu pun dinyatakan hilang sampai dikabarkan meninggal.
Sejak saat itula anak-anak kecil dilarang untuk bermain pada waktu setelah Ashar dan memasuki waktu Mghrib,karena takut akan kedi culik oleh Harimau kami yang di sebut sebai “Aden-Aden’’.

Nuraeni,Euis_sikubalareba@XI-BAHASA